Minggu, 27 Januari 2008

Kaledoskop Kalbar, Antara Kabur dan Gelap

Agus Wahyuni
Borneo Tribune, Pontianak

Di sebuah Kedai Beringin, Jalan A. Yani, sejumlah ketua dan pengurus Lembaga Kajian Strategi dan Advokasi Umat dan sejumlah wartawan, Ruai TV, TVRI, RRI, Borneo Tribune, Equator dan Berkat sedang asyik berbincang di meja segi empat memanjang beruangan AC,
Dari perbincangan itu, merefleksikan peristiwa dan isu yang terjadi sepanjang tahun 2007 dan prediksi memasuki tahun 2008, Minggu (30/12) sekitar pukul 10.00.
Intisari kaledoskop ini, kelemahan utama Kalbar adalah penegakan hukum. Instansi penegakan hukum di tingkat lokal dinilai masih sulit menghalangi beberapa kelemahan menahun. Kekurangan sarana dan prasarana, diskriminasi dalam proses hukum dan rentan terhadap suap maupun tekanan politik.
Kemampuan aktor pendorong (NGO-Koalisi NGO) untuk kelancaran tekanan selepas tahap di kejaksaan dan pengadilan negeri , aktor pendorong hanya bisa berharap pada jaringan kerja yang mereka miliki di tingkat provinsi atau pusat.
Situasi ini berdampak pada keluaran proses hukum yang dinilai tidak adil, sanksi yang lemah dan eksekusi yang sangat sulit untuk dijalankan.
Rousdy Said, SH, MH, sebagai ketua lembaga menyebutkan sepanjang tahun 2007 berbagai drama penegakan hukum khususnya kasus- kasus korupsi di era otonomi daerah di mana kepala daerah bagaikan raja- raja tak bersentuh oleh hukum akibat perbuatannya yang memakan uang rakyat di balik kekuasaannya, sampai lembaga auditor keuangan seperti BPK-RI, kejaksaan tinggi, dan kejaksaan negeri serta polisi pun dibuat tak berdaya menghadapi keangkuhan para koruptor.

Lanjut Rousdy, penyelesaian kasus yang berbau korupsi sepertinya buntu mengungkapkan aktor intelektual di baliknya. “Sampai–sampai Kapolda Kalbar beragumentasi bahwa laporan baru sekedar dugaan, padahal setiap kasus yang mau diberantas berawal dari dugaan, baru diproses kemudian menimbulkan seorang menjadi tersangka.”

Ia mencontohkan, dari 13 kasus yang masuk ke KPK hanya satu yang sudah masuk pemeriksaan. Ia menambahkan, seperti kasus pembalakan hutan di taman nasional, Buntia yang saat ini bisa menghirup udara segar sementara bawahannya mendekam di ruang tahanan.

Sementara di sektor sosial budaya dan ekonomi sepanjang tahun 2007 menunjukkan kemajuan pesat, hanya di bidang sosial , seperti penyakit masyarakat ( judi, narkoba, tindak pidana kejahatan secara kualitas semakin maju). Hal ini menjadi tantangan berat bagi aparat Polda Kalbar ke depan untuk menekan angka kualitasnya dengan lebih pro-aktif dan tidak lagi bersikap menunggu.

Di akhir tahun 2007 ini kata Rousdy, kita sebagai rakyat yang punya uang di makan dengan rakus oleh koruptor dengan keluarganya, belum bisa berbuat banyak. Penegakan hukum sepanjang tahun ini masih tersamar, kabur, redup di ruang gelap politik kepentingan pejabat dan penegak hukum.

Ditinjau dari aspek sosial keagamaan, Rousdy mengatakan ada tiga peristiwa penting sepanjang tahun 2007, seperti kontroversi pendirian rumah ibadah, restriksi terhadap sebagian umat beragama untuk mempraktekkan ajaran agamanya dan munculnya aliran- aliran sesat dan meyesatkan, kata Sekjen FUI yang juga Direktur STAIN Drs Moh. Haitami Salim , M.Ag.

Harapan tahun 2008 mendatang katanya, masyarakat harus banyak belajar dari pengalaman tahun 2007 agar kehidupan sosial keagamaan pada tahun mendatang akan jauh lebih baik. Bagaimanapun juga stabilitas dalam kehidupan sosial keagamaan merupakan salah satu pilar dari proses pembangunan daerah.
“Semakin kondusif kehidupan sosial keagamaan, maka proses pembangunan daerah akan semakin dinamis dan berkembang,” kata Haitami. □

Tidak ada komentar: