Minggu, 27 Januari 2008

Siaga Satu Dicabut

Agus Wahyuni/Sugeng Mulyono
Borneo Tribune, Pontianak


Tadi malam (8/12) sekitar pukul 20.00 polisi menggelar operasi cipta kondisi. Sekitar 600 personil dikerahkan baik dari jajaran Poltabes maupun Polda dilengkapi dengan peralatan dan kendaraan, diantaranya kendaraan panser dan watercanon.
Operasi dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, yaitu dengan melakukan rajia dan patroli.
Kapolda Kalbar, Brigjen Zainal Abidin Ishak saat diemui sedang memantau perkembangan situasi di Jalan Gajahmada. Zainal mengatakan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan kepolisian
Karena kita ketahui untuk kepolisian sendiri, proses pembinaan prepentif,jkika tidak bisa di lakukkan, mengambil tindakan tindakan prepentif,jika tidak bisa lagi dilakukan penegakan hukum merupakan salah satu visi tugas kepolisisan.
Zainal mengatakan masyarakat perlu tahu bahwa sebetulnya jati diri polisi, ”police is the stok men society,” dan itu didukung konferensi Cavana di Kuba pada tahun 1979 disana ada kesepakatan pada PBB bahwa Polisi di perbolehkan untuk melakukan itu kata Zainal.
Saat ditanya apakah situasi kota Pontianak genting sehingga banyaknya petugas kepolisian yang diterjunkan, Zainal mengatakan, tidak, hanya saja kegiatan malam ini rutin patroli. Ia menambahkan, terkadang kegiatan polisi biasanya standby di mako, karena ada perkembangan situasi maka polisi melaksanakan patroli di tempat- tempat yang di anggap rawan, kata Zainal.
Di tempat yang sama, Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Drs Suhadi, SW mengatakan operasi ini dilakukan untuk menyikapi situasi akhir- akhir ini dengan adanya eskalasi peningkatan dengan melihat beberapa peristiwa beberapa hari lalu, kata Suhadi.
Untuk menciptakan situasi yang kondusif, Suhadi mengatakan, Polisi akan melakukan peningkatan pada tokoh masyarakat. Ke depan kita akan undang tokoh- tokoh masyarakat, mengenai tempat pertemuan, kita akan berkoordinasi pihak terkait, ini di lakukan untuk menindaklanjuti dari pertemuan sebelumnya di Poltabes beberapa hari lalu.
“Sementara mengenai adanya isu yang menyesatkan dari pihak yang ingin memecah belah persatuan dan persatuan, kita akan kirim aparat Polda Kalbar, beserta jajarannya agar isu tersebut tidak berkembang.”

Siaga Satu Dicabut
Siaga satu dicabut, demikian dikatakan Polda Kalbar Brigjen Zainal Abidin Ishak.
Siaga satu akan digantikan dengan peningkatan patroli dan razia. Agar suasana Kota Pontianak tetap aman dan kondusif, polda akan dibackup TNI. “Tadi Danrem menelpon saya , TNI siap jika sewaktu- waktu dibutuhkan,” kata Zainal.
Sementara Kabag Operasi Poltabes, Kompol Endang Rasidin mengatakan, operasi malam ini akan dipusatkan di delapan titik dengan melakukan patroli dan rajia, diantaranya, wilayah Timur dan Utara satu titik, Tanjungpura dua titik , Gajahmada dua titik, Ahmad Yani satu titik, KP3 laut satu titik dan , Sungai Raya satu titik.
Lanjut Endang adapun sasaran dalam rangka cipta kondisi ini , hal- hal yang terkait kerawanan kamtibmas mulai dari senjata tajam, senpi, narkoba kedapatan menyimpan.
Ditanya kapan operasi ini berakhir, Endang mengatakan sampai perkembangan situasi benar- benar kondusif aman dan terkendali. Ari operasi ini, sampai saat ini sasaran masih belum ditemukan, kata Endang.
Sampai berita ini diturunkan, arus lalu lintas terlihat lancar, dan masih warga yang menikmati malam minggunya di warung kopi di sepanjang jalan Gajahmada dan Tanjungpura. Sementara di delapan titik masih terlihat petugas kepolisian melakukan rajia, dan rencananya akan berakhir pada tengah malam. ■

Tidak ada komentar: